Sukses (aa-gym)

October 7th, 2006 by akuradja

Allah


"Dan carilah pada apa yang telah dianugrahkan Allah kepadamu
kebahagiaan negeri akhirat, dan janganlah kamu lupakan bagianmu dari
kenikmatan duniawi dan berbuat baiklah kepada orang lain. Sebagai mana
Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah kamu berbuat kerusakan
dimuka bumi, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat
kerusakan." (QS. Al-Qashash: 77)

"Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai oleh Allah dari orang mukmin yang lemah." (Al-Hadist)

Kita diciptakan oleh Allah bukan untuk menjadi
pecundang, tapi kita telah disiapkan oleh Allah, berpotensi untuk
sukses. Tidak hanya pada ukuran dunia tapi juga untuk ukuran akhirat.

Rasulullah tidak hanya di akhirat tapi didunia
juga sukses. Beliau tidak mau menjadi beban bagi orang lain. Usia 12
tahun sudah melakukan perjalanan untuk berdagang dan pada usia 25 tahun
telah menjadi seorang pemuda yang bermutu akhlaknya dan terpercaya
pribadinya.

Rasul merupakan pemuda yang sukses, karena pada
saat memberikan mas kawin atau mahar pada Siti Khodijah, Rasul
memberikan sebanyak 20 ekor unta muda yang artinya pada saat itu telah
menjadi seorang pengusaha kaya raya yang sangat sukses.

Untuk menjadi pribadi yang sukses maka kita harus
"tenang" karena keyakinan akan adanya kekuasaan Allah. Lalu,
"terencana" dalam melakukan sesuatu, baru "tawakal". Kemudian
"terampil" dalam berkerja; "tertib" dalam kehidupan; "tekun" dan
"istiqamah" dalam mengatasi kejemuan; "tegar" dan sabar dalam menerima
musibah dari berbagai macam kejadian; "tawadhu" atau rendah hati,
karena kesombongan merupakan sarana yang paling efektif untuk
menjatuhkan martabat kita.

Kesuksesan sejati adalah ketika kita berhasil
meyakini semua ini adalah milik Allah, yang membuat kita menjadi
tawadhu dan rendah hati, terus-menerus membersihkan hati dan terus
meningkatkan kemampuan untuk mempersembahkan yang terbaik, yang
terlihat dari kemuliaan akhlak dan sempurnanya amal dengan hati yang
ikhlas. Insya Allah kita akan mendapatkan kesuksesan di dunia dan
akhirat.

aa-gym

Sukses???????

October 7th, 2006 by akuradja

“sukses itu apa?”

Nah,
kalau kita mengacu kepada pendapat mayoritas masyarakat yang pada
umumnya menganggap bahwa sukses itu identik dengan uang, maka ada
baiknya kalau kita meninjau lebih jauh apa gerangan yang ada di balik
itu semua. “Money oriented people” biasanya beranggapan bahwa pada saat
Anda berhasil mengumpulkan sejumlah besar uang, maka di situlah letak
kesuksesan Anda. Kesuksesan yang bersifat terminal, artinya Anda telah
sampai ke titik akhir dari sebuah perjuangan panjang. Titik di mana
Anda tidak perlu lagi bekerja, titik di mana Anda juga telah memperoleh
kebebasan penuh, kebebasan untuk berbuat apa saja sekehendak hati. Mau
tidur di saat orang lain sibuk pergi ke kantor, ya boleh saja. Mau
jalan-jalan ke luar negeri atau main golf di saat orang lain sedang
bersitegang di ruang rapat, ya nggak ada yang larang. Pokoknya, apa pun
yang Anda mau lakukan, tidak akan ada yang keberatan. Istri, suami,
kerabat, famili, pegawai, dan siapa pun, termasuk mertua pun pasti tak
akan menegur, apalagi mencegah. Toh Anda sudah kaya, dan barangkali
inilah yang kebanyakan orang mengartikannya sebagai indiksasi sebuah
“financial freedom”. Kebebasan keuangan, merdeka secara finansial!

Bayangkan,
sementara orang-orang lain masih menjadi budak uang, bekerja
mati-matian setiap hari untuk dapat memburu uang, Anda justru telah
berhasil menjajah uang, menyuruhnya bekerja untuk mengundang
teman-temannya yang lain menjadi pekerja Anda. Hebat sekali kan?

Ya
benar. Anda hebat. Hanya saja, kaya atau sukses itu sifatnya relatif.
Tidak definitif. Sukses atau kesuksesan sudah pasti sulit untuk
dibuatkan tolok ukurnya. Kalau kaya? Bisakah diambilkan angka-angka
yang bisa mewakili kesuksesan kita?

Kalau si Badu yang
berpenghasilan 2 juta rupiah sebulan, berjalan-jalan di sebuah
perkampungan kumuh yang penduduknya banyak busung lapar, maka dia
mungkin akan merasa dialah orang terkaya di lingkungan itu. Tapi kalau
ia kemudian melintas di kompleks elit semacam Pondok Indah Jakarta,
kemungkinan besar ia akan merasa berubah miskin seketika itu juga.
Seorang teman yang pengusaha, selama ini merasa telah mencapai
tingkatan hidup yang “financial free” sehingga mengekspresikannya
dengan bepergian ke luar negeri berulang kali setiap tahun. Namun suatu
saat, ia berkata kepada saya, bagaimana ia merasa miskin kembali, saat
mengunjungi Hollywood di Amerika Serikat. Lho, bagaimana ini? Siapa
miskin, siapa kaya?

Yang saya dengar, orang terkaya di dunia
yang namanya Bill Gates juga masih datang ke kantor setiap hari. Aneh
ya, apakah ia ini merasa masih kurang kaya atau kurang sukses? Atau
belum benar-benar “financial free”?

Yah, itulah yang namanya
sebuah relativitas. Saya hanya berfikir, andaikata Anda menganggap
kelimpahan uang sebagai sebuah terminal akhir, maka Dewa Kesuksesan
akan menyambut Anda dengan kata-kata: “Happy landing in your own
paradise..”
lalu Anda dipersilahkan masuk kesebuah pintu gerbang yang
di dalamnya terhampar sebuah padang rumput hijau indah serta luas tiada
bertepi. Sepintas pemandangan itu sangat-sangat indah, tapi Anda
bingung harus melangkah ke mana. Yang umum terjadi, pada masa-masa awal
orang akan sangat menikmati terminal akhir dari sebuah kesuksesan
seperti itu, namun perlahan tapi pasti, di suatu batas ia akan
mengalami kejenuhan yang menyebabkannya merasa kehilangan tujuan.
Saya
mendeteksi fenomena itu sebagai sebuah sindrom. Dari pembicaraan dengan
beberapa rekan yang berkompetensi dalam aspek-aspek kejiwaan, belum
ditemukan istilah yang benar-benar tepat dan baku untuk itu. Oleh
karenanya saya cenderung untuk memberi istilah sebagai “sindrom
kehilangan tujuan”
, atau kalau boleh disingkat, kita sebut saja sebagai
“SKT”.

Penyebab sindrom tersebut adalah karena seseorang
menganggap “keberhasilan dalam mengumpulan banyak uang” sebagai sebuah
titik akhir dari sebuah perjuangan. Dan bila keberhasilan sebagaimana
yang didefinisikan itu telah tercapai, maka saat itulah “sidrom
kehilangan tujuan” akan muncul.

Dampak dari SKT ini cenderung
negatif, dan bisa terjangkit pada semua orang dari profesi apa saja,
dan tersebar mulai dari lapisan masyarakat paling bawah, sampai ke
lapisan paling atas.

Di tingkat lapisan masyarakat bawah, bisa
kita lihat gejala SKT menghinggapi mereka yang merasa kebutuhan
pokoknya telah terpenuhi. Beberapa rekan yang bekerja sebagai sopir
atau pesuruh kantor (office boy) di perusahaan-perusahaan besar,
menerima gaji yang jauh lebih tinggi, bila dibanding karyawan sejenis
di perusahaan lain. Gaji tersebut sudah berlebihan menurut kebutuhan
mereka, sehingga walau sebagian ditabung, masih ada sejumlah uang
tersisa yang entah untuk apa nantinya digunakan.

Mereka
akhirnya terkena SKT, karena setelah semua kebutuhan pokok dan nafkah
keluarga telah terpenuhi, untuk apa lagi kelebihan uang itu ? Apa lagi
yang harus dilakukan ? Maka. seperti telah disinggung di atas, SKT
cenderung berakibat negatif. Sebagian dari mereka akhirnya pergi ke
dunia gelap, foya-foya, mabuk-mabuk dan banyak yang merencanakan kawin
lagi.

Pada tingkat menengah, gejalanya tidak jauh berbeda.
Foya-foya sudah menjadi standar yang lumrah. Kalangan menengah biasanya
menginjak taraf kemapanan sekitar umur 40-an tahun. Maka SKT menjelma
dalam bentuk yang sudah sangat dikenal masyarakat, antara lain berupa
“masa puber kedua” dan semacamnya. Makin tinggi tingkat kecukupan
seseorang dalam soal materi—(ini sering diidentikkan orang sebagai
keberhasilan hidup)–SKT menampakkan dampaknya lebih dahsyat.

Di
kalangan atas, banyak dari kaum elit memelihara istri-istri simpanan,
mencari hiburan keluar negeri, berjudi di pusat-pusat perjudian
internasional. Yang lebih parah, para pengusaha raksasa yang terkena
SKT, melanjutkan sepak terjangnya dengan merugikan orang lain, misalnya
mencaplok perusahaan-perusahaan yang lebih kecil, berkolusi untuk
menguasai lahan-lahan milik masyarakat yang berpotensi ekonomi dan
banyak tindakan-tindakan tidak etis lainnya.

Lain halnya apabila
seseorang menganggap keberhasilan dalam mengumpulkan kekayaan materi
sebagai sebuah “titik awal” dari sebuah perjalanan lanjutan menuju
kesuksesan lain yang lebih bermakna dan lebih berkualitas. Orang-orang
tipe ini tidak akan terkena sindrom, sebab Dewa Kesuksesan tidak
menyambut mereka dengan kata-kata: “Happy landing……”, melainkan
dengan ucapan “Welcome on board..”, untuk selanjutnya mempersilahkan
orang sukses menaiki kapal yang dikemudikannya, lalu berlayar menuju
pulau-pulau kesuksesan berikut.

Apa saja yang dimaksud dengan
pulau-pulau kesuksesan berikut itu? Ya, antara lain mendirikan
pabrik-pabrik baru yang mampu menampung banyak pekerja dalam rangka
menanggulangi kasus pengangguran, mendirikan bank-bank perkreditan
rakyat yang membantu kelangsungan usaha rakyat kecil, mendirikan
yayasan-yayasan yang membina kaum jompo dan yatim piatu,
sekolah-sekolah dan last but not least… menyelenggarakan
seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan kewirausahaan untuk berbagi
pengetahuan serta pengalaman, agar banyak orang dapat mengikuti
jejaknya menjadi pengusaha yang berhasil….

Rusman Hakim

Salam Terakhir

October 6th, 2006 by akuradja

Star_night_1






Sebenernya Gw suka banget lagu ini …. suara Ikang Fawzi yang khas… liriknya pun uhhh… cocok banget, gw pertama denger saat temen gw nyetel lagu ini pada malam yang sunyi, dimana saat itu pikiran sedang kosong, nggak tau apa yang mau dipikirkan

Di malam ini kuberanikan diri menemuimu tuk kesekian kali
Janganlah kau takut tiada guna pula kau bicara
Kuhanya ingin menatap wajahmu

Dan kini kusadari betapa selama ini kau mencurahkan
Kasih sayang padaku
Semata hanyalah tuk membangkitkan semangat juangku
Tanpa setitik rasa cinta

Reff:
Kau buka mataku Kau tuntun diriku
Memulai hidup baru
Menjauhkan diri dari godaan barang yang nista
Kulakukan semua untukmu

Shanananananana………….
Shanananananana………….
Kumohon cintailah dirimu
Kalau kau cintai diriku
Doaku akan selalu untukmu

Perlahan aku mencoba bangkit lagi
Menatap tegar masa depan berseri
Setulus hatiku kuhaturkan trima kasih sayang
Maafkan aku salah duga oohhhh

Back to Reff

Trimalah salamku yang terakhir kali kuakan pergi jauh jauh jauh
Kucoba untuk mengerti dirimu dan kuberjanji
Melangkah dijalan-Nya sayangku

Shananananana sayangku

PATAH HATI…………… Cinta

September 6th, 2006 by akuradja

Pernahkah anda patah hati… sejelek atau seganteng apapun orang pasti pernah sakit hati… entah karena sesuatu hal itu yang bikin sakitnya hati … mungkin karena cinta atau karena kata2 ataupun tingkah laku dari orang disekitar kita….
Segagah apapun orang.. setegar apapun orang ..kalau sudah sakit hati.. rasanya luluh lantak hati ini .. sesak.. kadang timbul amarah .. menangis ataupun perilaku yang uncontrol dan bisa bunuh diri kali … bila kita tidak sabar… sadar dan tabah menghadapi nya…
Pernahkah anda ditolak cintanya oleh orang….
Pernahkah anda dimaki-maki oleh orang..
Pernahkah anda disindir oleh orang…
Pernahkah anda diludahin orang gila…
Pernahkah anda ditinggalkan oleh orang..
atau yang lain …. yang membuat anda patah hati…

Gambar 3D…..

August 31st, 2006 by akuradja

ksdhahdlsajf;as,dcm.s,jcfdeflkjeiyt4wpqirpeqwpr]qw’rekiq][wpfskfvnva
a’lsdk;alsikf;osaufjasfcl,amxl;.fkas’fl’aslf’asfo;k;lasdkf;akf’;adfl’adlfdaf;ad
flkas;lfkpoaeifkashdfvlcSNc.kxjkndlkc;zdovxzm ld; kf;ka;fluasijfpas;odf’as\sdf
safa’fkad;fjka;slkfas;lkd;laskd;lasjfas,djwiodufajslkfjclkasjcm;dfiqeptowhgwrg
w’fgld;skg;dsgijprsogkbkfdjsvkldsjv.dzmf/lzd;/fkeoszjgfjlhgpeqio[roqiet;jfaf
afalskf;aslfjkfhldkf;daol;lvcmz.kxjvlkdufgodifg;ldlkf0edsoguisdhgdlkjg;sdgjsd

‘ldifk;lkajflasufjlakjfalsfiuaslfjalskfuaslifujljabc,zxhcvlkzjc,zhncdchlfdjalfj
asdfka;dksa;ldkas;fijuasjflkjsdclajualsmasljclascmlascjalscjaslcjaslcjc;kja
sadjaslkjdlasjdlaksjdlaskudaskjfcbgkasuydakghdkjasghdkuashydkasyhdslu
alksdulasjdasidlasjdlasudlsajdlsajdlsakudsaoijdlasjxdlasjdlasjdlasidjwaa;lksd
as;dilkas;idjsaiodjlasjdlasjdlasjdlaskdjalsdasydhaskdl;oid;osajdflasjfldflkajf
afkas;fjks;lakfd;askd;askdlasd’asld’sla’dla’sdla’lda’sdk’askld’aksd’ka’dka’kd’as

hhihihihi.. diboongin aja mau…. hihihihh

Mahameru…………

August 31st, 2006 by akuradja

300pxmahameruvolcano

Mendaki melintas bukit
Berjalan letih menahan menahan berat beban
Bertahan didalam dingin
Berselimut kabut `Ranu Kumbolo`

Menatap jalan setapak
Bertanya-tanya sampai kapankah berakhir
Mereguk nikmat coklat susu
Menjalin persahabatan dalam hangatnya tenda

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Reff :
Mahameru berikan damainya
Didalam beku `Arcapada`
Mahameru sebuah legenda tersisa
Puncak abadi para dewa

Masihkah terbersit asa
Anak cucuku mencumbui pasirnya
Disana nyalimu teruji
Oleh ganas cengkraman hutan rimba

Bersama sahabat mencari damai
Mengasah pribadi mengukir cinta

Capek nih………..

July 21st, 2006 by akuradja

Cartoon_construction_worker
Gila… capek banget dari hari senin ampe jum’at kerja rodi seperti budak Bruno. pegel-pegel badan, pinggang, kaki pokoke semuanya lah.. tapi ga cuman badan yang capek, pikiran pun terkuras, aduuhh… apa daya seorang kuli yang kerja paksa suka rela demi memajukan karya… hihihihiihi.. udah bos mirip Hitler kalo berjalan prok..prok..prok.. pake pedang samurai… untung ada hari sabtu minggu kau bersamaku… (klo nyanyi seh mirip Sandy gitu deh..)

Pengen banget seh ke JCC liat pameran mobil… sapa tau bisa beli yang lebih bagus.. abis yang lama udah ga mau jalan… ban nya ilang atu… lagian buat maenan anak kecil.. ya rusak deh… hehe.. pengen liat2 aja sapa tau ntar klo ada rezeki nomplok ..langsung deh gw beli 2.. loe mau???

Englishthaiholidayguide01
Eh kemaren gw ada rencana ke Yogya.. blom ke sono eh udah gempa…. trus mo ke Bali ma temen2 eh ga jadi juga pada takut gempa tsunami.. iya jadi ngeri klo liat di TV , mengharukan.. tapi ya namanya bencana dapat datang kepada siapa saja kapan saja dimana saja.. saja saja aja ya.. makanya kita harus hati2 banyak berdoa dan beribadah lah ya.. moga kita terhindar dari hal-hal yang tidak kita inginkan..amien..

Haruskah Ku Mati

April 29th, 2006 by akuradja

Haruskah Ku Mati
by : Ada Band

Bagaimana mestinya…
Membuatmu jatuh hati kepadaku
T’lah kutulis kan sejuta puisi
Meyakinkanmu membalas cintaku

Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kautau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu

Adakah keikhasan
Dalam palung jiwamu mengetukku
Ajarkan mu bahasa perasaan
Hingga hatimu tak lagi membeku

Haruskah ku mati karena mu
Terkubur dalam kesedihan sepanjang waktu
Haruskah kurelakan hidupku
Hanya demi cinta yg mungkin bisa membunuh ku
Hentikan denyut nadi jantung ku
Tanpa kau tau betapa suci hatiku
Untuk memiliki mu

Tiadakah ruang di hatimu untukku
Yang mungkin bisa ‘tuk kusinggahi
Hanya sekedar penyejuk disaat ku layu
Ku t’lah menantimu hingga akhir masa

Dewasa………..????

February 8th, 2006 by akuradja

Seorang teman berkata "bersikap dewasalah, jangan seperti anak-anak !". Sejenak saya berpikir … dewasa???? belum dewasakah aku??? bagaimana menjadi dewasa???…..

ChildrenSaya bisa menjawab pertanyaan itu dengan mudah tanpa banyak berpikir. “Dewasa itu berarti bisa berpikir luas, berpikir jauh kedepan. Yang berarti harus bersikap dewasa.”

Namun sejenak jawaban saya atas pertanyaan itu membuat saya harus
merenungkannya lagi. Dewasa itu adalah lawan dari kanak-kanak atau
bersikap kekanak-kanakan. Dewasa itu tidak dilihat dari umur seseorang.
Seperti kata slogan iklan, “Jadi tua itu pasti, jadi dewasa itu pilihan!”

Jadi apa sesungguhnya pengertian dewasa itu sendiri? Memberikan
jawaban seperti itu memang mudah, walaupun kalau dibahas lebih dalam
mungkin malah mengaburkan arti dewasa itu sendiri. Dewasa itu pilihan,
artinya kita bisa memilih bersikap dewasa atau tidak. Dan seperti apa
sikap dewasa itu?

Semakin bertambah umur kita, semakin banyak tanggung jawab
yang harus dipikul. Anak kecil tidak usah berpikir untuk hidup. Mereka
hanya menjalani hidup. Mereka mendapatkan semua yang mereka inginkan
tanpa banyak bersusah payah untuk mencapainya. Tanpa berpikir untuk
hidup pun, mereka sudah hidup.

Orang dewasa harus berpikir untuk hidup. Mereka harus berusaha keras memenuhi kebutuhan untuk hidup. Dewasa berarti tanggung jawab.
Lebih dari itu, orang dewasa harus bertahan hidup dalam berbagai
keadaan. Bertahan ketika susah, bertahan pula ketika senang. Dan apa
yang bisa membuat bertahan dalam segala keadaan? Kondisi seperti ini
hanya bisa dilalui dengan menerima
kenyataan dan berusaha membuat segalanya lebih baik dari sekarang.

Dewasa berarti menerima. Menerima banyak hal yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan. Menerima kenyataan yang berbicara lain dengan keinginan. Menerima bahwa manusia hanya bisa berencana, dan Tuhan yang berkehendak.

Tapi menurut artikel yang saya baca … dewasa dibagi menjadi 3 yaitu :

  1. Kebebasan
  2. Kesederhanaan
  3. Tanggung jawab

Garis besarnya pada artikel tersebut bisa disimpulkan bahwa dewasa itu adalah suatu
kebebasan dalam bertindak dan mengambil keputusan, bebas dalam
bersikap, tidak berlebihan dan tetap bertanggung jawab atas kebebasan
yang dimiliki itu
.

Saya sendiri cenderung memandang kedewasaan itu sebagai tanggung jawab, sabar, dan sikap menerima atas kenyataan yang ada. Namun menerima bukanlah pasif dan pasrah saja terhadap kenyataan.

Pada artikel yang sama disebutkan, “Kedewasaan memang bukan sifat, ia cenderung berbentuk sebagai sikap, atau perilaku tindakan mahluk berwujud manusia.”
Apabila kedewasaan berbentuk sebagai sikap, maka saya rasa ia bisa
dibentuk melalui proses yang lama dan tentu saja terkadang menyakitkan.
Kedewasaan bisa dicapai setelah melalui berbagai ujian kehidupan yang
berat. Dan di dalam ujian itulah kita memilih, akankah kita bersikap dewasa atau tetap bersikap kekanak-kanakan?”

Jadi, saya rasa slogan iklan itu benar. Tinggal yang mana pilihan kita?

Mohon Maaf Lahir dan Batin

November 18th, 2005 by akuradja

Mohon Maaf Lahir dan Batin…. semoga kesalahan-kesalahan kita diampuni Allah SWT… amiien… walaupun agak telat.. tapi masih dalam rangka bulan syawal… nggak ada salahnya kalo "lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali".

Kepada seluruh temen2ku yang aku kenal, yang kenal aku, yang sok kenal juga boleh..hehe.. maapin aye ye… apabile ane ade tutur kate yang sale…moge2 ente-ente pade mau maapin kesalahan aye…

yah berhubung disini ye gw seh mau cerite aje nih ye.. habis kagak ade yang mau ajak gw cerite.. kasihan ye gw..hehe.  sorry kebanyaken E..